Sunday, December 14, 2008

Thursday, December 11, 2008

luka

Kau rentangkan luka di hatiku
Berawal dari pertemuan manis
Kita isi hari-hari dengan suka
Tak hirau warna berbeda
Meskki hati telah menyatu
Hitam dan putih tak kan lebur
Baiklah kita sudahi masa indah ini
Meski lllllllluka
Ku tau berpisah adalah jawaban.

* * *
ku bukan kekupu

kemarin kita bertemu
kau menciumku
ciuman pertamaku
aku adalah dar perasa
hatiku lugu dan biru
kau samakan aku dengan kekupu
yang sampai kapanpun tak akan ku menjelma
kau kekasih bagiku bukan pria
yang datang hanya di malam hari
iseng belaka, menemui wanita



bunga dan kekupu

sekuntum bunga di kumpulan kekupu,
bunga tak akn jelma menjadi kekupu
kekupu tak bisa menjadi bunga
kita bertemu, saling menyapa
cukup di situ batasnya.



Mari bercinta!

Bercintalah denganku,
Hari ini, besok dan selamanya
Entah aku mau atau tidak, tapi persetan,
Bercintalah denganku!
Aku di atas kau di bawah,
Kau di bawah aku di atas
Apa gaya yang kau suka, semaumulah
Tapi cepat, berikan uangmu
Biarkan aku ’terbang’
Hidupku dikutuk
Bercinta dan bercumbu setiap hari
Demi satu kata ’terbang’
Kekasih semalam 1

Malam ini aku kekasihmu
Lakukan apa yang kau ingin
Besok aku kekasihnya
Kuburkan apa yang kau ingin
* * *
kekasih semalam 2

malam ini kita sepasang kekasih
di hingar bingar musik dan manusia
mari bercumbu dn merayu!
Simpan dan catat aku di hatmlu
Musik ini kenangan, ”Welcome to my paradise”
Sebentar lagi pagi, kekasih lain sudah menanti
Jangan menangis, jalanku memang begini
menyinggahi wanita malam yang
bermimpi bertemu pangeran
biarkan aku tetap menjadi pangeran
selama begitu banyak yang memimpikanku
** *
lagu ingin

buatku terlena
maka segala inginmu kau dapat
setiap inciku bisa kau jilat
bibirku mampu kau lumat
peluk aku lebih ketat
tapi, peri lewat
mimpimu kandas
* * *

Wednesday, December 10, 2008

Hypersexs

Hypersexs

Belakangan ini hubungan Yoyo dengan istrinya Juni selalu di warnai pertengkaran. Semua berasal dari ,masalah sexs. Setiap Yoyo ingin berhubungan badan ada saja alasan istrinya untukmenolak. Dan kalaupun akhirnya ia mau, Yoyo belum puas istrinya sudah puas dan kehilangansemangat untuk melanjutkan permainan.Buntutnya ia akan mengeluh kelelahan lalu menghentikan permainan. Bisa di bayanhkan betapa kesal kecewa dan marahnya Yoyo diperlakukan seperti itu terus menerus belakangan ini.
Yoyo berusia tiga puluh dua tahun. Badannya tinggi dan tegap. Dadanya bidang. Perutnya rata. Lengannya berotot. Kulitnya coklat tua. Ia memiliki ’barang’ yang panjang dan stamina yang kuat.. Ia tidak mudah ’keluar’ atau dengan kata lain tahan lama. Ia suka berkreasi dalam berbagai permainan cinta. Nafsu sexs-nya selalu meletup-letup.
Untuk mengobati kekecewaan hatinya hampir tiap malam Yoyo pergi ke diskotik. Pulang pagi dalam keadaan mabuk. Sebagai istri Juni berusaha melarangnya pergi. Tapi usahanya hanya menambah deretan panjang pertengkaran keduanya.
Tak tahan menghadapi perubahan sikap Yoyo, Juni pun pulang ke rumah orang tuanya bersama anak mereka yang baru berumur satu tahun.
* * *
Sudah tiga hari Juni pergi meninggalkannya. Tapi Yoyo abelum berniat menjemputnya pulang. Ia masih terbuai dengan gemerlapnya lampu diskotik. Di diskotik belakangan ini ia dekat dengan beberapa cewek cantik.
Ada Susan bar girl, berusia sembilan belas tahun. Kerjanya menemani tamu minum bahkan tidur dengan banyak lelaki.
Wina sangat cantik kerjanya lighting. Atau memainkan lampu namun ia juga bisa menemani tamu dan bisa di ajak tidur asal tidak di diskotik. Karena par bar girl akan marah kalau ia melakukan itu. Ia mendapat gaji sebagai lighting sementara para bar girl tidak itulah alasannya.
Selain itu ada Shery, waitress yang kerjanya mengorder minuman. Ia juga menemani tamu dan bisa di ajak tidur juga tapi seperti Wina syaratnya di luar. Karena ia juga mendapatkan gaji sebagai waitress.
Sebagai lelaki Yoyo tahu ketiganya menyukainya. Tapi tak ada yang se-agresif Shery. Shery berbadan mungil. Ia tidak cantik tapi sexy. Setiap hari pakaiannya blus ketat dan rok super pendek yang kalau ia menuang minuman celana dalamnya yang selalu berwarna merah menantang terlihat sangat jelas. Pantant dan dadanya membusung. Tapi Yoyo menduga dadanya yang membusung berasal dari bra yang berbusa tebal. Shery bersuara lembut merayu hampir seperti desahan. Tatapannya menantang, gerak tubuhnya erotis.
Setiap Yoyo datang Ia selau punya rokok dan bir. Biasanya ia minta rokok dan bir pada tamu yang ia order. Lalu sambil pura-pura menyedot bir-nya ia berjalan menghampiri Yoyo dan memberikan bir tersebut. Setelah itu ia akan duduk kembali dengan tamunya sementara rokokny tinggal separuhnya dan bir-nya sudah tak ada lagi. Kalau tamunya bertanya mana bir-nya ia akan menjawab di minta kawannya sesama ;waitress. Urusan selesai.Tugas Shery selanjutnya merayu tamu tersebut untuk mendapatkan uang tip sebesar mungkin.
Suatu malam Shery meminta Yoyo mengantarkannya pulang ke kostannya dengan alsan ia mabuk berat.
Hubungan intim pun terjadilah. Yoyo merasa meledak dibuatnya. Shery bak kuda betina. Lihai sekali. Ia tidak kenal kata lelah.Selama ini Yoyo merasa paling tangguh tapi pagi itu Shery mengalahkannya.
Shery menguasai berbagai posisi yang berbeda. Yoyo mencoba posisi-posisi barru yang selama ini tidak pernah dilakukannya bersama Juni. Ia sangat puas sekali. Bersama Shery ia seperti pengantin baru yang baru mengenal sexs.
Satu minggu sesudah Yoyo tingal bersama Shery. Nafsu sexs-nya tersalurkan dengan baik tapi ia mulai merasa bosan hidup bersama Shery.Mungkin karena Shery terlalu mengekangnya. Bisa juga nafsu sexs shery yang melebihi nafsunya.
Jika sedang berdua bersama Shery,kegiatan mereka berdua adalah bercinta, bercinta dan bercinta. Shery tidak mengenala kata lelah dan puas. Setiap kali permainan usai, lalu ia ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Di tempat tidur Shery sudah menunggunya tanpa sehelai baju pun melekat di tubuhnya. Shery menginginkan bercinta setiap saat. Membuat Yoyo bukan saja bosan tapi lelah. Shery sepertinya seorang hypersexs. Yoyo sampai ngeri dengan kesimpulannya sendiri,
Tiba-tiba saja Yoyo teringat Juni. Juni selalu mengeluh lelah setiap melayaninya. Sekarang iaa bisa merasakan apa yang dirasakan istrinya itu ketika menghadapi Shery. Kerinduan terhadap Juni menyergapnya. Semua ini harus kuakhiri , batin Yoyo.
Ketika Yoyo mengutarakan niatnya untuk berpisah bersama Shery. Shery menangis meraung-raung sepertibinatang yang kesakitan. Ia bertteriak-teriak histeris. Tapi Yoyo yakin ia tidak akan lama larut dalam kesedihannya. Karena di dunia malam ada banyak lelaki yang mendambakan wanita seperti Shery.
* * *
”Pah ... Papah, bangun dong,” suara yang sangat akrab di telinga Yoyo. Ia membuka mata, butuh beberapa detik untuk membautnya sadar kalau yang ada dihadapannya sekarang adalah Juni.
Ia cantik dan lembut sekali. Matanya yang bening meneduhkan hatinya. Maafkan akau Juni, aku berjanji mulai dari sekarang kita akan mencari solusi terbaik untuk hubungan sexs kita bukan mlah menghindarinya, batinnya.
Yoyo bangkit dan mengecup kening istrinya. ”Maafkan aku Mah,’ lirihnya. Juni mengartiaka Yoyo meminta maaf atas pertengkara-pertengkaarn merkea selama ini, karenanya ia gembira atas perubahan sikap Yoyo.
Menyadari sentuhan-sentuahan nya pada Juni telah merangsangnya, Yoyo merngkuh Juni ke dalampelukannya, lalu ciuman panjang mendarat di bibir ranum istrinya. Meski lelah belum hilang sepenuhnya akibat menghadapi Shery, namun Yoyo tak mau mengecewakan istrinya. Tak lama kemudian desahan demi desahan memecahkan kesunyian kamar.
* * *


Nama : ita marsita
Alamat email: ita_marsita@yahoo.com
Alamat blog: http://aftcod397.blogspot.com



Aura

Aura

Seumur hidup aku tidak pernah menangkap saura jahat dari asesorang yang pertama kali aku kenal kecuali dengannya. Mba Sry, begitulah namanya. Usianya sekitar empat puluh tahun. Wjahnya cantik meski ada kesan suntik silikon dari wajah dan hidungnya yang mancung. Kulitnya putih mulus. Rambutnya hitam dan bergellombang. Badannya langsing. Namun keriput di lehernya dan bintik-bintik hitam di wajahnya tak mampu menutupi ketuaannya.
Aku mengenalnya satu bulan yang lalu ketika aku pertama kali bekerja sebagia waitress di bar tempatku bekerja sekarang. Kla itu malam hari. Lantai satu singinghall tempatku bekerja tutup lebih awal daripada diskotik di lantai dua dan tempat check in di lantai tiga. Lantai empat adalah mess untuk para pekerja yang rumahnya jauh.
Di lantai empat itulah aku bertemu dengannya untuk pertama kali. Saat itu ia sedang mencuci baju. Ia ramah sekali menyapaku. Senyumnya manis tapi yang terbaca olehku aura kejahatannya.
Aku tidak dapat tidur sampai pagi datang. Aku takut ia akan melakukansesuatu yang jahat terhadapku. Namun, syukurlah tak ada gangguan sedikitpun sampai pagi menjelang. Keesokan harinya aku mendapatkan kesan ia tak sejahat yang kurasa. Buktinya ia membuatkan segelasa kopi untukku. Meskipun aku merasa takut untuk meminumnya. Karena itu ketika ia masuk ke dalam aku buru-buru membuangnya di westafel lalu mencuci gelasnya dengan tergesa.
Ketika aku selesai mencuci gelas tiba-tiba saja ia sudah ada di belakangku. Jantungku hampir copot karenanya. ”Kok di buang?” tanyanya. Wajahnya menekspresikan kemarahan.
”Nggak kok mbak,” suaraku hampir tak kedengaran saking kagetnya.
”Jangan bohong!”bentaknya.
Aku diam tak mampu membalas.
Untuk menebus kesalahanku aku pun mendekatinya. Meski ia mendiamkanku. Ia suka sekali ngobrol. Lebih tepatnya menggunjingkan orang lain. Aku belum kenal nama-nama orang yang bekerja di tempatku tapi aku tetap jadi pendengar yang baik untuknya.
* * *
Ketika pertama kali bertemu dnegannya kupikir ia seorang Mamih yang mengatur par bar girl, cewek yang menemani minum bahkan tidur. Tapi aku keliru ternyata ia juga bar girl.
Aku sempat di buat pangling ketika melihatnya pertamakali dengan dandanan lengkapnya. Ia memakai tank top hitam kontras sekali dengan kulitnya yang putih mulus. Celana jeans ketat dan sepatu hak tinggi menjadi padanannya. Ditambah make-up yang mempercantik wajahnya membuatnya seperti seorang artis atau model ibu kota.
Aku sering mendengar kalau wanita malam banyak yang memakai susuk untuk menjerat lelaki sebanyak mungkin. Aku rasa ia juga memakainya. Karena ia terlihat berkilau dibandingkan cewek-cewek lain yang lebih muda darinya.
Mungkin juga karena ritual yang sering dijalaninya setiap malam jum’at. Biasanya ia menyiapkan sajen. Ada kopi satu gelas, rokok satu bungkus, kue apem satu piring danb kembang tujuh rupa. Ia lalu duduk menghadapi sajen itu, mulutnya komat-kamit entah membaca apa.
Setiap kali ada yang berselisih paham dengannya lalu entah berapa waktu kemudian orang yang menjadi lawannya mendapat musibah seperti handphonenya hilang, ;sakit, jatuh dari motor, diputuskan pacarnya dan lain-lain meski hal sepele yang bisa terjadi pada siapa saja maka ia akan berkata itu akibat orang tersebut cari gara-gara dengannya. ”Sudah kubilang, siapa saj yang mengusikku pasti akan dapat balasannya.” begitu selalu ia sesumbar.
Mess dihuni delapan oran. Diantara kami berdelapan mbak Sri yang paling tua sekaligus paling lama tinggal di mess. Tak heran kalau ia lebih berkuasa dibanding kami semua. Jika selesai bekerja ada yang menelpon kami, ia kan menyuruh kami mnenerimanya di dapur sementara ia sendiri menenerima telpon di tempat tidur tak pernah di dapur dengan aksen manjanya yang dibuat-buat.
Ia menyuruh siapa saja yang dikehendakinya untuk menyapu, mengepel lantai dan membuang sampah ke lantai satu. Ia sendiri tak pernah melakukan tugas-tugas stersebut tapi ia ngotot meyakinkan kami kalau ia sudah melakukannya, dan biasanya saat kami tak ada di mess.
Kalau kami selesai kerja dan naik ke atas mendapati ia sudah tidur, kami tak boleh menyalakan lampu walu hanya sekejap apalagi kalau ngobrol meski pelan di dapur yang jarknya lumayan jauh dari ruang tidur. Tapi kalau ia naik dalam keadaan mabuk, sementara kami sudah tidur ia akan menyalakan lampu dan meracau sendiri tanpa ada yang bisa melarangnya. Ia akan murka kalau ditentang.
Ia pandai sekali membaca pikiran setiap orang. Dan tak ada yang bisa berbohong kepadanya. Dari cerita-cerita yang sudah kudengar, aku menyimpulkan kalau ia sering disakiti, ditipu dan dikecewakan. Dari pengalaman pahit itulah ia jadi lebih waspada mengamati setiap orang dan beragam situasi yang ditemuinya. Pengamatan terus menerus membuatnya lebih pandai membaca pikiran setiap orang.
Di depan ke-enam temanku yang lain ia bersikap sangat baik tapi di belakang mereka ia menjelekkan mereka semuanya. Begitu juga terhadapku, di depanku ia memujiku tapi di belakangku, ia tetap menjelekanku. Padahal aku paling akrab, paling baik hubunganku dengannya.
Ia pintar sekali bersilat lidah. Caranya mengingkari apa yang sudah dikatakannya selalu membuatku kesal. Kalau sudah begitu aku biasanya curhat sengan ke-enam temanku yang lain. Bergiliran kami menceritakan kebencian kami terhadapnya. Dan itu tidak pernah kami lakukan di tempat kami bekerja karena ia selalu punya cara untuk mendengarkan pembicaraan kami. Ia selalu muncul tiba-tiba seperti hantu.
Bukan kami saja yang tidak menyukainya , tapi hampir semua pekerja yang sulu tinggal si mess merasakan hal yang sama seperti yang kami rasakan sekarang. Sempat ada rencana untuk usul kepad pemilik bar agar mengeluarkannya dari mess, tapi setelah dipikir-pikir kami tidak tega juga. Meski kami membicarakannya secara diam-diam entah darimana ia tetap mengetahuinya. Akibatnya ia sangat murka. Begitulah Mbak Sri selalu tahu.
Memang setiap manusia memiliki sisi baik dan jahat begitu juga aku. Tapi seumur hidupku aku tidak pernah menangkap aura jahat dari orang yang baru pertama kali aku kenal, kecuali Mbak Sri!
* * *

Alamat email : ita_marsita@yahoo.com/.

Alamat Blog : http://aftcod397.blogspot.com/

Friday, November 28, 2008

curhat

bentar lagi hari ibu. tapi udah ga berarti lagi sekarang. Ibuku telah pergi meninggalkan aku sendiri. Ibuku baik sekali. paling pengertian. kalau gue sakit beliau sibuk sekali. gue kangen sekali ma ibu.kasih ibu sepanjang masa. 3o tahun menjagi ibu buat gue, tapi gue belum bisa ngasih apa-apa buat beliau.gua hanya bisa mendoakan. Gue ga bisa lihat foto beliau. gue pasti nangis nangis.dan nangis. Beliau ibu yang kuat sekali.tegar. hidupnya penuh perjuangan. ga ada yang sayanag ma gue setulus ibu gue ke gue. Mah i miss you. i love you.